APLIKASI TURUNAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Disusun
Oleh : Mutiah
Addini
Kelas
: XI-
Ipa 1
Jl. MAN 6 RT. 010/04 Dukuh, Kramat jati, Jakarta Timur, 13550
Telp. 021- 8404248, Fax. O21-87791548
Kata Pengantar
Assallmua’laikumWr. Wb
Puji syukur kepada
Allah SWT, karena atas izin-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah
ini saya susun berdasarkan data dari berbagai sumber yang saya dapatkan,
hingga, saya mencoba menyusun data-data itu hingga menjadi sebuah karya tulis
ilmiah sederhana yang berbentuk makalah. Denga judul “aplikasi turunan dalam
kehidupan sehari-hari”.
Turunan adalah salah
satu cabang ilmu matematika yang digunakan untuk menyatakan hubungan kompleks
antara satu variabel tak bebas dengan satu atau beberapa variabel bebas
lainnya. Seperti yang kita ketahui bahwa kalkulus integral juga memiliki banyak
aplikasi, baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam bidang sosial ekonomi
pertanian.
Semogamakalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca atau pun
untuk teman-teman yang ingin mengenal lebih dalam lagi tentang Turunan beserta
aplikasinya.
Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini sangat
banyak kekurangannya, karena pengetahuan saya yang kurang luas, oleh karena itu
segala kritik dan saran sangat saya harapkan agar dapat memperbaiki
kesalahan-kesalahan tersebut.
Wabillahi
taufiqwalhidayah, wassalammmualaikum Wr. Wb.
Jakarta,
06 Juni 2016
Mutiah
Addini
Daftar Isi
Kata Pengantar…………………………………………… i
Daftar Isi……………………………………………........... ii
BAB I
Pendahuluan……………………………………………… 1
I.1 Latar Belakang Masalah……………………………....... 1
I.2 Rumusan Makalah……………………………………… 2
I.3 Tujuan Makalah………………………………………... 2
BAB II
Pembahasan…………………………………………......... 3
2.1Aplikasiturunan…………………………………............ 3
2.2 contoh aplikasi turunan dalam berbagai bidang .............. 8
BAB III.
Penutup ……………………………………...................... 11
3.1 Kesimpulan………………………………...................... 12
Daftar pustaka..................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kalkulus (Bahasa Latin:
calculus, artinya "batu kecil", untuk menghitung) adalah cabang ilmu
matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret takterhingga.
Kalkulus adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu
mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan
persamaan serta aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam
bidang-bidang sains, ekonomi, dan teknik; serta dapat memecahkan berbagai
masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar elementer.
Kalkulus memiliki dua
cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integral yang saling
berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu
gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi, yang khusus
mempelajari fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisis matematika.
Turunan adalah salah
satu cabang ilmu matematika yang digunakan untuk menyatakan hubungan kompleks
antara satu variabel tak bebas dengan satu atau beberapa variabel bebas
lainnya. Konsep turunan sebagai bagian utama dari kalkulus dipikirkan pada saat
yang bersamaan oleh Newton dan Leibniz dari tahun 1665 sampai dengan tahun 1675
sebagai suatu alat untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam geometri dan
mekanika. Sir Isaac Newton (1642 - 1727) , ahli matematika dan fisika bangsa
Inggris dan Gottfried Wilhelm Leibniz (1646 - 1716), ahli matematika bangsa
Jerman dikenal sebagai ilmuwan yang menemukan kembali kalkulus. Kalkulus
memberikan bantuan tak ternilai pada perkembangan beberapa cabang ilmu
pengetahuan lain. Dewasa ini kalkulus digunakan sebagai suatu alat bantu yang
utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena kalkulus ini
mempunyai dua cabang utama, tapi disini saya ingin membahas tentang kalkulus
integralnya. Seperti yang kita ketahui bahwa kalkulus integral juga memiliki
banyak aplikasi, baik dalam kehiupan sehari-hari, maupun dalam bidang sosial
ekonomi pertanian.
1.2. Rumusan Masalah
Apa saja apliksi turunan yang ada dalam ilmu
matematika dalam kehidupan sehari-hari ?
1.3. Tujuan
Ø Dapat mengetahui dan menjelaskan beberapa
Aplikasi turunan dalam kehidupan sehari-hari.
Ø Untuk memenuhi tugas matematika.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Aplikasi turunan
Integral dapat diaplikasikan ke dalam banyak hal. Dari yang sederhana, hingga aplikasi perhitungan yang sangat kompleks. Kegunaan integral dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali, diantaranya menentukan luas suatu bidang, menentukan volume benda putar, menentukan panjang busur dan sebagainya. Integral tidak hanya dipergunakan di matematika saja. Banyak bidang lain yang menggunakan integral, seperti ekonomi, fisika, biologi, teknik dan masih banyak lagi disiplin ilmu yang lain yang mempergunakannya.
Integral
adalah kebalikan (invers) dari pendiferensialan. jika F(x) adalah fungsi umum
yang bersifat
F'(x)
= f(x)
maka
F(x) merupakan himpunan anti turunan atau himpunan pengintegralan F'(x) = f(x).
Himpunan anti turunan fungsi f(x) dinotasikan dengan
∫
f(x)dx
dibaca
integral f(x) terhadap x, dan disebut integral tak tentu f(x).
Integral
tak tentu f(x) adalah suatu fungsi umum yang ditentukan melalui hubungan
∫
f(x)dx = F(x) + C
dengan
f(x) dinamakan integran
F(x) dinamakan fungsi integral umum
C dinamakan konstanta pengintegralan
f(x) dinamakan integran
F(x) dinamakan fungsi integral umum
C dinamakan konstanta pengintegralan
1. Integral Tak Tentu
a. Pengertian
Integral tak tentu
dalam bahasa Inggris di kenal dengan nama Indefinite Integral atau kadang juga
di sebut dengan Antiderivatif yang merupakan suatu bentuk operasi
pengintegralan suatu fungsi yang menghasilkan suatu fungsi baru. Fungsi ini
belum memiliki nilai pasti (berupa variabel) sehingga cara pengintegralan yang
menghasilkan fungsi tak tentu ini disebut “integral tak tentu”.
Mengintegralkan suatu
fungsi turunan f(x) berarti adalah mencari integral atau
turunan-antinya, yaitu F(x).
Bentuk umum integral dari
f(x) adalah:
∫ f(x) = F(x) +k
Di mana k adalah
sembarang konstanta yang nilainya tidak tertentu. Dalam rumusan di atas,
tanda ∫ adalah tanda integral, f(x) dx adalah diferensial dari F(x).f(x)
sendirian disebut integran, dx sendirian disebut diferensial, F(x) adalah
integral partikular, k adalah konstanta pengintegralan, dan F(x) + k merupakan
fungsi asli atau fungsi asal. Proses pengintegralan disebut juga integrasi.
2. Integral Tentu
Integral tentu
digunakan untuk mengintegralkan suatu fungsi f(x) tertentu yang memiliki batas
atas dan batas bawah.
Maksimum dan Minimum
Misalkan kita
mengetahui fungsi f dan domain (daerah asal) S seperti pada Gambar A.
maka kita akan menentukan f memiliki nilai maksimum atau minimum pada S.
Anggap saja bahwa nilai-nilai tersebut ada dan ingin mengetahui lebih lanjut
dimana dalam S nilai-nilai itu berada. Pada akhirnya kita dapat menentukan
nilai-nilai maksimum dan minimum.
Gambar :

Definisi :
Andaikan S, daerah asal f , memuat titik C, kita katakan bahwa:
i.
f(c) adalah nilai maksimum f pada S jika f(c)≥f(x)
untuk semua x di S
ii.
f(c) adalah nilai minimum f pada S jika f(c)≤f(x)
untuk semua x di S
iii.
f(c) adalah nilai ekstrim f pada S jika ia
adalah nilai maksimum atau minimum
2.Kemonotonan dan Kecekungan
Definisi :
Andaikan f terdefinisi pada selang I (terbuka, tertutup atau
tak satupun). Kita katakan bahwa :
i.
f adalah naik pada I jika untuk setiap pasang
bilangan x1 dan x2 dalam I, x1< x2
→ f(x1) < f(x2)
ii.
f adalah turun pada I jika untuk setiap pasang
bilangan x1 dan x2 dalam I, x1> x2
→ f(x1) > f(x2)
iii.
f monoton murni pada I jika ia naik pada I atau
turun pada I
Turunan Pertama dan Kemonotonan
Ingat kembali bahwa
turunan pertama f’(x) memberi kita kemiringan dari garis singgung f dititik
x, kemudian jika f’(x) > 0, garis singgung naik ke kanan, serupa,
jika f’(x) < 0, garis singgung jatuh ke kanan. (Gambar A)
Turunan Kedua dan Kecekungan
Sebuah fungsi mungkin naik dan tetap mempunyai grafik yang sangat bergoyang
(Gambar B), maka kita perlu mempelajari bagaimana garis singgung berliku saat
kita bergerak sepanjang grafik dari kiri ke kanan. Jika secara tetap berlawanan
arah putaran jarum jam, kita katakan bahwa grafik cekung ke atas, jika garis
singgung berliku searah jarum jam, grafik cekung ke bawah
Definisi:
Andaikan f terdeferensial pada selang terbuka I = (a,b). jika
f’ naik pada I, f (dan grafiknya) cekung ke atas
disana; jika f’ turun pada I, fcekung ke bawah pada
I.
Titik Balik
Andaikan f
kontinu di c, kita sebut (c,f(c)) suatu titik balik dari grafik f
jika f cekung ke atas pada satu sisi dan cekung ke bawah pada sisi
lainnya dari c. grafik dalam Gambar C menunjukkan sejumlah kemungkinan.
3.Maksimum dan Minimum Lokal
Definisi :

Andaikan S, daerah asal f, memuat titik c. kita katakan bahwa :
i.
f(c) nilai maksimum lokal f jika terdapat selang
(a,b) yang memuat c sedemikian sehingga f(c) adalah nilai maksimum f
pada (a,b) ∩ S
ii.
f(c) nilai minimum lokal f jika terdapat selang
(a,b) yang memuat c sedemikian sehingga f(c) adalah nilai minimum f
pada (a,b) ∩ S
iii.
f(c) nilai ekstrim lokal f jika ia berupa nilai
maksimum lokal atau minimum lokal
4. Penggambaran Grafik Canggih
Untuk menelesaikan
masalah pembuatan grafik dan penyelesaian soal-soal terapan turunan, tekadang
diperlukan beberapa tahap yang sistematis untuk mempermudah dalam menyelesaikan
masalah tersebut.
Langkah1 Buat analisis
pendahuluan sebagai berikut:
a. Periksa daerah asal
dan daerah hasil fungsi untuk melihat apakah ada daerah dibidanga yang
dikecualikan.
b. Uji kesimetrian
terhadap sumbu y dan titik asal. (apakah fungsi genap atau ganjil?)
c. Cari perpotongan
dengan sumbu-sumbu kordinat.
d. Gunakan turunan
pertama untuk mencari titik-titik kritis dan untuk mengetahui tempat-tempat
grafik naik dan turun.
e. Uji titik-titk
kritis untuk maksimum dan minimum lokal.
f. Gunakan turunan
kedua untuk mengetahui tempat-tempat grafik cekung keatas dan cekung kebawah
untuk melokasikan titik-titik balik.
g. Cari Asimot-asimtot
Langkah 2 Gambarkan beberapa titik (termasuk titik-titik kritis dan titik
balik
Langkah 3 sketsakan grafik
Contoh Soal:
Buatlah grafik dari fungsi x4 – 4x3 + 10
F’(x) = 4x3 – 12x2 = 4x2 (x -3)
Titik kritis: 0 dan 3
F’(x) > 0 pada (3, ∞)
F’(x) < 0 pada (-∞,0) dan (0, 3)

2.2 Beberapa contoh aplikasi turunan dalam berbagai bidang
1. Pada bidang
Tekhnik
Pada bidang Tekhnik
penggunaan turunan dapat membantu programer dalam pembuatan aplikasi dari mesin
– mesin yang handal.
Contohnya
: Para Enginer dalam membuat / mendisain mesin – mesin pesawat
terbang.
2. Pada bidang Matematika
Turunan digunakan
untuk pencarian dalam limit, yang bentuk soal limitnya harus di faktorkan
atau di kalikan terlebih dahulu dengan akar sekawan. Selain itu , Aplikasi
turunan juga digunakan untuk menentukan persamaan garis singgung.
Contoh penggunaan
Turunan untuk menentukan Garis singgung :
Tentukan persamaan
garis singgung dari y = x3 - 2x2 - 5 pada titik
(3,2).
3.
Aplikasi turunan dalam bidang ekonomi
Penerapan penggunaan turunan parsial matematika pada kehidupan sehari-hari
sangat banyak. Hampir semua bidang ada. Contohya penggunaan turunan parsial
dalam bidang ekonomi.
Pada bidang ekonomi fungsi turunan dipakai untuk mencari biaya marjinal, yaitu
dengan cara menurunkannya dari persamaan biaya total. Bisa ditulis biaya
marjinal = biaya total’. Para matematikawan mengenal biaya marjinal
sebagai dc/dx, turunan C terhadap x. dengan demikian dapat didefinisikan harga marjinal
sebagai dp/dx, pendapatan marjinal sebagai dR/dX, dan keuntungan marjinal
sebagai dp/dx.
Ø Elastisitas
Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari
sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain,
elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen
terhadap perubahan harga.
Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa
yang akan barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan
harga terhadap permintaan sangatlah penting.
Ø
Definisi Matematis
Koefesien elastisitas
diukur dari persentase perubahan kuantitas barang dibagi dengan persentase
perubahan harga. Secara sederhana kalimat tersebut dapat dirumuskan:
Atau secara umum,
elastisitas “y terhadap x” adalah:
Elastisitas biasa
disimbolkan sebagai ‘E’, ‘e’ atau epsilon kecil, ‘ε’. Selain elastisitas linier
tersebut ada juga elastisitas non linier.
4.
Aplikasi Turunan Parsial Dalam Bidang Fisika
Matematika merupakan ilmu dasar dari segala ilmu yang
lain,sekarng ini matematika digunakan sebagai alat penting di
berbagai bidang ilmu pengetahuan,salah satunya dalam bidang pengetahuan fisika
dengan menghubungkan fungsi suatu turunan parsial dalam bidang tersebut.
Turunan
parsial itu adalah suatu proses melakukan differensial dari suatu fungsi
yang hanya melibatkan satu macam variabel dari keseluruhan variabel yang
berkontribusi terhadap perubahan fungsi tersebut.
Berikut ini adalah contoh turunan parsial yang menggunakan 3 variabel. Dalam
bidang fisika saya mengambil contoh rumus jarak yang ditempuh oleh benda
yaitu: y = ½gx2+v0x+y0 dimana
y0 menyatakan jarak awal dari titik 0. Apabila rumus ini
diturunkan menjadi turunan yang pertama y’ = dy/dx maka akan menjadi y=
gx+v0, dimana v0menyatakan kecepatan awal. Rumus ini
masih bisa diturunkan menjadi turunan yang kedua yaitu d2y/dx2, menjadiy=g(konstan),
sehingga menjadi rumus percepatan, dimana jika suatu benda dijatuhkan dari ketinggian
tertentu di atas permukaan bumi.
Sehingga kita dapat mengetahui bahwa dengan turunan parsial, kita dapat
membuktikan rumus-rumus dari turunan sebelumnya. Seperti rumus diatas dari
rumus jarak,hingga dapat rumus percepatan. Rumus-rumus itu didapat hanya dari
satu rumus saja.
Dengan demikian turunan parsial dibilang sebagai hubungan yang mengaitkan
suatu fungsi dengan turunan-turunannya melalui variabel-variabel yang dimaksud.
Turunan waktu
Fisika secara spesifik
mempelajari perubahan kuantitas terhadap waktu, dan konsep “tutunan
waktu” laju perubahan terhadap perubahan waktu sangatlah penting sebagai
definisi yang tepat pada beberapa konsep penting. Sebagai contohnya, turunan
waktu terhadap posisi benda sangat penting dalam fisika Newtonman :
- kecepatan adalah turunan posisi benda terhadap waktu.
Percepatan adalah turunan dari kecepatan benda terhadap waktu, ataupun
turunan kedua posisi benda terhadap waktu
5.
Pada bidang
Teknologi
Ø Penggunaan laju tetesan minyak dari tangki untuk menentukan jumlah
kebocoran selama selang waktu tertentu.
Ø Penggunaan kecepatan pesawat ulang alik Endeavour untuk menentukan
ketinggian maksimum yang dicapai pada waktu tertentu.
Ø Memecahkan persoaalan yang berkaitan dengan volume, paanjang kurva,
perkiraan populasi, keluaran kardiak, gaya pada bendungan, usaha, surplus
konsumen.
6.
Pada bidang
Kedokteran
Dosimetri adalah suatu ilmu cabang dari radioterapi (maaf listening saya
buruk), intinya dosimetri itu pakai high energy inonizing radiation, salah
satunya sinar-X (berarti kerjaannya jadi tukang rontgen, lebih tepatnya
analisis hasil rontgen, berarti pembahasannyatentang penyakit dalam).
Kalkulus
berperan pada saat penentuan lokasi koordinat penembakan laser. Pada kalkulus
integral di bahas volume benda putar dengan metode cakram, cincin dll (dengan
ini kita dapat mengukur volume tumor, kalau pasca penembakan laser volume
menurun, maka operasi berhasil). Aplikasi kalkulus yang kedua adalah mengkur
fungsi pergerakan kulit tumor setiap waktu, tujuannya, agar setelah tumor
hilang, laser tidak ditembakkan lagi (takut merusak organ).
Sekedar
catatan, ada juga sember lain yang menganggap tumor adalah sistem fluida,
jadi hukum-hukum fluida juga penting untuk ilmu dosimetri.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari uraian pembahasan di atas dapat disimpulkan aplikasi turunan:
1.
Maksimum dan Minimum
2.
Kemonotonan dan Kecekungan
3.
Maksimum dan Minimum Lokal
4.
Penerapan Ekonomik
5. Teorema Nilai Rata-Rata
Sedangkan apilkasi nya
dalam berbagai bidang
1. Dalam bidang tehnik
2. Dalam bidang matematika
3. Dalam bidang ekonomi
4. Dalam bidang fisika
5. Dalam bidang kedokteran
Dalam kehidupan
sehari-hari kita tidak dapat lepas dari dunia matikmatika. Matikmatika itu
sederhana, namun memiliki bidang yang sangat luas. Karena, matematika
mengaplikasikan posisinya di dalam keseharian kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar